TUGAS 4
SISTEM BERKAS
ORGANISASI BERKAS
INDEXED SEQUENTIAL
Disusun Oleh
Samuel Karel L 111051005
JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI AKPRIND YOGYAKARTA
2017
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Sistem
dapat diartikan sekumpulan komponen yang saling berinteraksi untuk menghasilkan
suatu hal atau tujuan. Sedangkan berkas adalah sekumpulan informasi yang saling
berkaitan dan didefenisikan oleh pembuatnya.
Umumnya
berkas adalah sekumpulan bit, byte, record di mana artinya didefenisikan oleh
pembuat dan pemakainya. File data dapat berbentuk numeric, alfabeth ataupun
alfanumeric. File dapat berbentuk bebas seperti file teks atau terstruktur.
Suatu file mempunyai nama dan diacu berdasarkan nama tersebut. Juga mempunyai
komponen lain seperti tipe, waktu pembuatan, nama dan nomor account dari
pembuatnya, besar ukuran file. Kita dapat menulis informasi, mengubah
informasi, menambah dan menghapus informasi dalam file.
Sistem
berkas adalah suatu sistem untuk mengetahui bagaimana cara menyimpan data dari
file tertentu dan organisasi file yang digunakan. Sistem berkas menyediakan
pendukung yang memungkinkan programmer mengakses file tanpa menyangkut
perincian karakteristik penyimpanan dan peralatan pewaktu. Sistem berkas
mengubah pernyataan akses file menjadi instruksi/output level rendah. Atau
dengan kata lain Sistem berkas adalah cara untuk mengambil informasi dari suatu
file.
Pengertian
Organisasi berkas adalah Suatu teknik/cara yang digunakan untuk menyatakan/menggambarkan
dan menyimpan record-record dalam sebuah berkas.
Ada
4 teknik dasar organisasi berkas, yaitu: (1). Sequential File (2). Relative
File (3). Index Sequential File (4). Multi-Key File
Salah
satu kegiatan dalam materi sistem berkas adalah bagaimana mengorganisir sebuah
record yang ada dalam berkas. Organisasi berkas indeks sequential adalah berkas
yang disusun sedemikian rupa sehingga
dapat diakses secara sequential maupun secara direct (langsung) atau kombinasi keduanya,
direct dan sequential. Organisasi berkas ini mempunyai semua keunggulan dari
sequential file. Tetapi kemampuan
aksesnya jauh lebih baik.
1.1. Rumusan Masalah
Rumusan masalah
pada penulisan makalah ini yaitu :
1.
Apa pengertian
Organisasi Berkas Indexed Sequential?
2.
Hal-hal yang berhubungan
dengan Organisasi Berkas Indexed Sequential?
3.
Apa keuntungan
dan kerugian pada Organisasi Berkas Indexed Sequential?
4.
Bagaimana
tahapan-tahapan dalam penyusunan Organisasi Berkas Indexed Sequential?
5.
Apa yang
dimaksud dengan struktur pohon?
6.
Apa yang
dimaksud dengan pohon biner?
7.
Implementasi
Organisasi Berkas Indexed Sequential.
1.3. Maksud dan Tujuan
Pada
penulisan makalah kali ini memiliki maksud dan tujuan, diantaranya adalah :
1.
Untuk memenuhi
tugas keempat pada mata kuliah Sistem Berkas.
Memberikan penjelasan
bagaimana organisasi berkas Indexed
Sequential
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Organisasi Berkas Indexed Sequential
Organisasi berkas indeks sequential adalah
berkas/file yang disusun sedemikian rupa sehingga dapat diakses secara sequential
(berurutan) maupun secara direct (langsung) atau kombinasi keduanya. Atau bisa
diartikan bahwa berkas index sequential ini merupakan kombinasi dari berkas
sequential dan berkas relatif.
Organisasi berkas ini mirip dengan Organisasi
Berkas Sequential dimana setiap rekaman disusun secara beruntun di dalam file,
hanya saja ada tambahan indeks yang digunakan untuk mencatat posisi atau alamat
dari suatu kunci rekaman di dalam file.
2.2. Hal-Hal Yang Berhubungan Dengan Organisasi Berkas Indexed Sequential
·
Jenis Akes Berkas Index Sequential :
1.
Akses Sequential (suatu cara pengaksesan
record yang didahului pengaksesan record-record didepannya). Contoh Magnetic
Tape.
2.
Akses Direct (suatu cara pengaksesan
record yang langsung, tanpa mengakses seluruh record yang ada). Contoh:
Magnetic Disk.
·
Jenis Proses Berkas Index Sequential :
1.
Batch (proses mengolah data dengan
menghimpunnya terlebih dahulu kemudian mengatur dan mengelompokkannya ke dalam
kelompok-kelompok yang disebut batch atau bisa diartikan suatu proses yang
dilakukan secara group dan kelompok). Contoh File ada kalau didukung file lain,
file nilai, ada dosen, mahasiswa, dan lain-lain.
2.
Interactive (mengolah data dengan saling
berhubungan atau berkaitan secara langsung yang dilakukan secara satu persatu
yaitu record demi record). Contoh pencarian IPK mahasiswa yang lebih dari 3.
·
Struktur Berkas Index Sequential:
1.
Index =binary search tree
2.
Data =sequential
Index-nya digunakan
untuk melayani sebuah permintaan untuk mengakses sebuah record tertentu. Sedangkan
data-nya digunakan untuk mendukung akses squential terhadap seluruh
kumpulan-kumpulan record.
2.3. Kegunaan dan Kerugian pada Organisasi Berkas Indexed Sequential
·
Kegunaan
Sekaligus Keunggulan Index Sequential File :
1.
Bentuk file yang
paling banyak dipakai.
2.
Dipakai bila
file ingin selalu dalam kondisi up to date.
3.
Sebuah record
dapat di insert (dimasukkan/ditambah) atau di retrieve (dibetulkan/dikembalikan
semula) secara langsung melalui indexnya.
4.
Sangat sesuai
untuk proses secara on-line
5.
Bisa juga diakses
secara sequential
6.
Mempunyai semua
keunggulan dari sequential file
·
Kelemahan Index
Sequential File :
1. Search/pencarian hanya bisa melalui sebuah key saja,
yaitu key yang mengurutkan file Performance.
2. Diperlukan perubahan data, maka seluruh record yang
tersimpan didalam master file ini, harus semuanya diproses terlebih dahulu.
3. Data yang tersimpan harus sudah urut (sorted).
4. Posisi data yang tersimpan sangat sulit untuk
up-to-date, sebab master file hanya bisa berubah saat proses selesai dilakukan.
5. Tidak bisa dilakukan secara langsung.
2.4. Tahapan Dalam Organisasi Berkas Secara Sequential
Ada
beberapa tahapan dalam organisasi berkas secara sequential, yaitu :
1. Pengumpulan Data
Proses dimana
data yang ada dikumpulkan secara berurut berdasarkan klasifikasi yang
membedakannya. Pada tahap pengumpulan data ini, semua data akan diurutkan
secara bertahap dan terorganisir dengan baik.
2. Pemasukkan Data ( Input Data )
Pada tahap ini,
data-data yang telah dibedakan dan dikumpulkan tersebut akan secara permanent
dimasukkan ( di input ) kedalam suatu device penyimpanan. Device ( media )
penyimpanan ini dapat berupa memori atau device penyimpanan lainnya.
3. Pengeditan Data
Tahap
selanjutnya yang harus dilakukan dalam proses secara sequential adalah
pengeditan data. Setelah data yang ada dikumpulkan dan proses input data juga
telah dilakukan maka proses selanjutnya adalah editing. Dalam tahap ini data
yang telah di input akan diubah ( edit ).
4. Penyortiran Data Yang Telah Di Edit
Tahap terakhir
dalam tahap sequential ini adalah penyortiran. Setelah user melakukan
pengeditan pada data-data yang ada, maka selanjutnya data yang telah di edit
tersebut kan di sortir.
2.5. Struktur Pohon
Sebuah
pohon (tree) adalah struktur dari sekumpulan elemen, dengan salah satu
elemennya merupakan akarnya atau root, dan sisanya yang lain merupakan
bagian-bagian pohon yang terorganisasi dalam susunan berhirarki, dengan root
sebagai puncaknya.
Contoh
umum dimana struktur pohon sering ditemukan adalah pada penyusunan silsilah
keluarga, hirarki suatu organisasi, daftar isi suatu buku dan lain sebagainya.
Akar pohon (root) adalah Handoko.
Secara rekursif suatu struktur pohon dapat
didefinisikan sebagai berikut:
·
Sebuah simpul tunggal adalah sebuah pohon.
Bila terdapat simpul n, dan
beberapa sub-pohon T1,T2,...,Tk, yang tidak saling
berhubungan, yang masing-masing akarnya adalah
n1,n2,..., nk, dari simpul/sub pohon ini dapat dibuat sebuah pohon baru dengan
n sebagai akar dari simpul-simpul n1,n2,...,nk.2.6. Pohon Biner
Pohon
Biner adalah Binary Tree atau Pohon Biner adalah sebuah tree yang setiap
nodenya maksimal hanya memiliki dua anak. Salah satu tipe pohon yang paling
banyak dipelajari adalahpohon biner. Pohon
Biner adalah pohon
yang setiap simpulnya memiliki
paling banyak dua buah cabang/anak.
Contoh:
2.7. Implementasi Organisasi Berkas Indexed Sequential
Ada
2 pendekatan dasar untuk mengimplementasikan konsep dari organisasi berkas
indeks sequential , yaitu:
1. Blok Indeks dan Data (Dinamik)
2. Prime dan Overflow Data Area (Statik)
Kedua
pendekatan tersebut mengunakan sebuah bagian indeks dan sebuah bagian data, dimana
masing-masing menempati berkas yang terpisah.
Alasannya :
Karena
Kedua pendekatan tersebut menggunakan bagian indeks dan bagian data, dimana
masing-masing menempati file yang terpisah. Karena diimplementasikan pada
organisasi internal yang berbeda. Masing-masing file tersebut harus menempati
pada alat penyimpan yang bersifat Direct Access Storage Device (DASD).
Keterangan:
1.
Blok Indeks dan
Data (Dinamik)
Pada
pendekatan ini berkas indeks dan berkas data diorganisasikan dalam blok. Berkas
indeks mempunyai struktur tree, sedangkan berkas data mempunyai struktur
sekuensial dengan ruang bebas yang didistribusikan antar populasi record.
Untuk cara
pertama, kita menyusun data dengan lebih memperhatikan ke data yang bersifat
logik, bukan fisik. Jadi, data dan index diorganisasikan ke dalam blok-blok.
Blok-blok index diorganisasi secara sequential (consecutive) dan
bertingkat-tingkat (misal setiap blok hanya berisi 4 record index yang berisi
key field dan pointer).
Setiap
tingkat akan menuju ke blok data (misal setiap blok hanya berisi 4 record data)
di tingkat selanjutnya dan seterusnya menuju ke blok data yg akan mendapatkan
record yg dicari secara direct.
Bila
dilakukan penyisipan data dan blok tertentu (tempat data baru itu) sudah penuh
(tidak ada tempat kosong/ padding lagi), maka akan dilakukan reorganisasi blok
dengan membentuk blok baru. Tentu, mungkin saja perubahan ini akan berdampak
pada isi blok index-nya.
Bila
dilakukan penyisipan data dan track tertentu (tempat data baru itu) sudah penuh
(tidak ada tempat kosong/ padding lagi), maka akan dilakukan reorganisasi track
dengan membentuk track baru.Tentu, track baru itu di luar prime data file-nya,
yaitu di overflow data area-nya
Contohnya :
Pada gambar
tersebut ada N blok data dan 3 tingkat dari indeks. Setiap entry pada indeks
mempunyai bentuk (nilai key terendah, pointer), dimana pointer menunjuk pada
blok yang lain, dengan nilai key-nya sebagai nilai key terendah. Setiap tingkat
dari blok indeks menunjuk seluruh blok, kecuali blok indeks pada tingkat
terendah yang menunjuk ke blok data.
Jika
sebuah permintaan untuk mengakses record tertentu, misal kita ingin mengakses
dengan nilai key BAT, indeks dengan tingkat tertinggi (dalam hal ini blok
indeks 3-1) yang pertama yang akan dicari pada contoh ini, pointer dari
AARDVARK menunjuk blok indeks 2-1. Pointer yang ditunjuk pada kotak tersebut
adalah pointer yang berisikan AARDVARK, yang akan menunjuk ke blok indeks 1-1. Pointer
berikutnya yang akan ditunjuk adalah pointer yang berisi BABOON, yang
selanjutnya akan menunjuk blok data 2. Blok data ini akan mencari untuk record
dengan key tujuan, yaitu BAT, dimana pada blok ini record tersebut ditemukan.
2. Prime dan Overflow Data Area (Statik)
Pendekatan
lain untuk mengimplementasikan berkas indeks sequential adalah berdasarkan
struktur indeks dimana struktur indeks ini lebih ditekankan pada karakteristik
hardware (fisik) dari penyimpanan, dibandingkan dengan distribusi secara logik
dari nilai key.
Indeksnya
ada beberapa tingkat, misalnya tingkat cylinder index dan tingkat track index.
Berkas datanya secara umum diimplementasikan sebagai 2 berkas, yaitu prime area
dan overflow area.
Contohnya :
Setiap
cylinder dari alat penyimpanan mempunyai 4 track. Pada berkas binatang ada 6
cylinder yang dialokasikan pada prime data area. Track pertama (nomor 0) dari
setiap cylinder berisi sebuah indeks pada record key dalam cylinder tersebut.
Dalam sebuah
track data, tracknya disimpan secara urut berdasarkan nilai key. Tingkat
pertama dari indeks dalam berkas indeks dinamakan master indeks. Tingkat kedua
dari indeks dinamakan cylinder indeks.
Entry pada
master indeks: nilai key tertinggi, pointer. Entry pada cylinder indeks: nilai
key tertinggi, nomor cylinder.
Contoh
Pengaksesan:
Misal :
mengakses dengan nilai key BAT
·
Pertama : Cari
pada master indeks,
·
Kedua : Karena
BAT ada di depan LYNX, maka pointer dari LYNX akan menunjuk ke cylinder index,
·
Ketiga : Karena
BAT ada di depan ELEPHANT, maka pointer dari ELEPHANT akan menunjuk ke track 0
dari cylinder 1,
·
Keempat : Karena
BAT ada di belakang BABOON dan di depan COW, maka pointer dari BABOON akan
menunjuk ke track 2,
·
Kelima : Cari secara
sequential sampai BAT ditemukan.
Hal
ini bisa disimpulkan: Permintaan untuk mengakses data secara sequential akan
dilakukan dengan mengakses cylinder dan track dari berkas data prime secara
urut
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Dari
data diatas maka didapatkan kesimpulan yaitu Organisasi berkas indeks
sequential adalah Berkas/file yang disusun sedemikian rupa sehingga dapat
diakses secara sequential maupun secara direct (langsung) atau kombinasi
keduanya, direct dan sequential data merupakan segala sesuatu yang masih dalam
bentuk bahan mentah yang akan diproses. Data yang sudah diproses tersebut dan
berguna bagi orang yang menerimanya ini disebut sebagai informasi.
Indeks
disusun berdasarkan binary search tree dan digunakan untuk melayani sebuah
permintaan untuk mengakses sebuah record tertentu.
Berkas
data sequential digunakan untuk mendukung akses sequential terhadap seluruh
kumpulan record-record. Pada pendekatan ini kita menyusun data dengan lebih
memperhatikan ke data yang bersifat logik, bukan fisik, jadi berkas indeks dan
berkas data diorganisasikan dalam blok.
·
Berkas indeks
mempunyai struktur tree
·
Berkas data
mempunyai struktur sequential dengan ruang bebas yang didistribusikan antar
populasi record.
Didalam
organisasi Berkas index sequential ini ada 2 pendekatan dasar untuk
mengimplementasikan konsep dari organisasi berkas indeks sequential , yaitu:
Blok Indeks dan Data (Dinamik) , Prime dan Overflow Data Area (Statik) .
DAFTAR PUSTAKA
Diakses pada tanggal 18 Maret 2015, pukul 15.47 WIB
Diakses pada tanggal 18 Maret 2015, pukul 15.52 WIB
Diakses pada tanggal 18 Maret 2015, pukul 15.56 WIB
Diakses pada tanggal 18 Maret 2015, pukul 15.58 WIB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar